Monday, 11 March 2013

Misteri Gelang Bernomer

Namaku Aurel Malita Nia biasa di panggil Aurel. Aku punya dua sahabat yang setia yang bernama Ceries dan Kamelia. Hari itu aku pergi ke taman dengan sahabatku 
"Aurel! ngambil bunga yuk," ajak Ceries, dan menarik tanganku. setelah memetik beberapa bunga yang indah. Kamelia melihat sebuah gelang yang bercahaya terang 
"Cer!Au! aku tadi lihat gelang yang bercahaya. Ada di sini ayo!" ajak Kamelia saat mau menarik lenganku dan Ceries
"Ah ada apa sih kok ribet bang... aw silau banget ka"
"Ini lho. gelangnya silau, kayak ada nomernya deh?" tanya Ceries yang berusaha mengambil gelang itu meskipun silau. Akhirnya Ceries mendapatkan gelang itu. Aku dan kedua sahabatku mengamati gelang itu. terdapat tulisan dan nomer yang aneh seperti di tulis dengan darah yang bercucuran. Tapi ada yang sedikit ku mengerti. Tanda yang aneh?
"Nih siapa yang mau jaga gelang ini? kamu ka?" tanyaku sambil menunjukan gelang itu. 
"Ya iya lah masak kalian, lagian ini juga aku yang nemuin. lagian kalian paling takutkan hahahaha...," tawa Kamila  
di perjalanan pulang aku marasa ada yang berbeda dengan Kamelia. Sampai di rumah aku bertanya -tannya sendiri. Mengapa ya? kamelia menjadi aneh kepadaku dan Caries tanyaku dalam hati. Saat itu juga ibu bingung kepadaku mengapa aku pendiam. Karna biasanya aku langsung bermain dengan kak Karima dan Anita adikku. 
"Aurel sayang, ayo makan ibu udah bikin makanan yang enak buat kamu," ajak ibu, untuk sedikit membujukku 
 "Iya sebantar lagi bu, ini Aurel udah mau turun!" teriaku dari atas sambil membawa sebuah buku kecil yang berisi gambar-gambar dan juga gelang bernomer itu. Malamnya aku teringat lagi dengan Kamelia dan aku ilangkan saja pikiranku tentang Kamelia. Esok harinya adalah ulang tahunku yang ke sebelas. Aku buru-buru ke rumah Ceries. Ternyata tidak ada orang tapi terdapat tulisan di kertas.  
Aurel ke tamanlah tuk mencari aku. aku ada di sini dan kamu harus tutup mata. kamu ajaklah keluargamu di sini pasti keluargamu tidak akan lupa denganmu Aurel. Paling lambat kamu kesini jam enam pagi. jangan lupa kamu harus bilang di taman akan ada ke seruan. 
Tanda sayang untuk sahabatku Aurel. 
Aku buru-buru ke rumah untuk bilang ke keluargaku kalau ada keseruan. sampai di rumah aku segera menyapa keluargaku
"Hai ke taman yuk katanya ada ke seruan. tapiaku harus tutup mata"
"ya udah yuk jalan kaki aja," ajak kak karima. Mataku di tutup sesuai perjanjian Caries kepadaku. sampai di sana aku membuka mataku dan...
"Happy Birthday Aurel!!!" teriak temanku dan keluargaku. ternyata kemarin adalah kejutanku dari Kamila biar aku tidak mendekatinya dan tidak mengganggunya. 
"Terimakasih keluargaku dan sabatku kalian yang terbaik. tapi gelang itu milik siapa?" tanyaku 
" punya kakekku dan aku kasih tinta coklat dan merah" jelas Kamelia. Hari ini hari yang aku senang its happy day.