Wednesday, 18 February 2015

Tikus

Kresek kresek kresek.
 Apa itu? tanyaku dala hati. Aku melihat ke belakang bunntut. Aku melihat ke kanan badan yang kecil. Apa? tanyaku.
"Aaa!!!" spontan aku teriak. Tadi? Tikus. Ia memakan kue keju yang di taruh di meja ruang tamu. Kue itu sengaja di taruh di meja ruang tamu untuk di suguhkan. Spontan saja aku langsung menaiki tangga.
"Ma, i.. itu, a.. da.. tikus!" kataku terbata-bata. Mama menatapku tak percaya.
"Imajinasimu tinggi banget sih Niki," kata Mama tak percaya.
"Tadi beneran ada," aku mempercayaan Mama. Aku menarik Mama menuju ke ruang tamu. Lho kok udah enggak ada? tanyaku bingung sendiri.
"Mana?" tanya Mama. Mama kaget.
"Bilang aja kamu yang menghabiskan kue keju ini ya," Mama marah.
"Enggak, tikus-tikus tadi yang memakannya," kataku. Terlanjur Mama marah. Aku memang menyukai kue keju tapi tadi yang memakannya tikus.

Sejak itu aku sebal dengan tikus. Aku hanya bisa membeli kue keju di toko kue. Mama tak membolehkanku memakan kue kejunya. Tapi ketika sampai di rumah hari ini Bi Nining menemukan tikus dan mematikannya. Mama terngaenga.
"Tuh kan dibilang ada tikus," kataku bangga.
"Iya maaf deh. Niki yang bener," kata Mama. Aku tersenyum

No comments:

Post a Comment